ISENG MENCAIRKAN BRIZZI BISAKAH? (bagian 2)

BRIZZI

Akhirnya setelah menunggu Lebih kurang 28 hari, saya pun kembali ke BRI untuk menanyakan tentang kejelasan pencairan Brizzi

Setelah menunggu sekitar lebih kurang 2 jam saya dipanggil CS,

Saya tunjukkan form dari BRI (untung belum tak buang)

setelah itu saya disuruh menunggu sang CS dengan lemah gemulai menghadap ke atasannya (atasan diatas dia) setelah kembali dia membawa Kartu Brizzi (tak lihat sih seperti kartu saya kemarin) setelah itu dia menggesek kartu Brizzi pada suatu alat (entah itu alat apa, saya tidak tahu) setelah itu dia menjelaskan kembali tentang uang elektronik bahwa Bla… bla… bla… uang elektronik itu …. bla… bla… bla….

Saya pun mengajukan pertanyaan, sebelum selesai saya bertanya dia (CS) dengan nada tinggi dan ketus ngomong ke saya ” Pak Saya mau menjelaskan , jangan di potong dulu” sambil matanya melotot kepada saya, saya pun terdiam, akhir kata saya balas bertanya “Mbak Saya itu cuma menanyakan Bisa atau Tidak? sampean mau menjelaskan lo penjelasan sampean sama dengan yg lain tentang Brizzi lah tentang Uang elektronik lah< saya sudah tau, saya bukan anak SD, Bilang saja kalo Brizzi itu tidak bisa dicairkan, kan saya tidak perlu repot repot menunggu dan mengantri, emang saya tidak ada pekerjaan lain”

Setelah itu saya pamit pulang dengan hati kecewa.

itu lah ending dari cerita ini intinya adalah Brizzi itu uang elektronik, tidak bisa dijadikan uang lagi.

Sekian

 

ISENG MENCAIRKAN BRIZZI BISAKAH?

Beberapa waktu yang lalu dari pada gak ada bahan buat artikel, karena nunggu kirim xperia z3 compat yang gak jelas akhirnya liat dompet kok ada kartu Brizzi ah ini enaknya diapain ya?…..

BRIZZI

Bergegaslah saya menuju kantor cabang BRI Sambil membawa Kartu Brizzi dan Buku Tabungan BRI, Setelah antri sekitar 1,5 jam (padahal sepi tapi CSnya yang ada cuma 3 orang yang satu mejanya gak ada orangnya), giliran nomor antrian saya dipanggil CS, Saya menghadap CS dan mengutarakan niat saya untuk mencairkan dana yang ada di BRIZZI, kurang lebih percakapannya begini:

CS     : Selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu?

Saya : selamat pagi juga bu, saya ingin mencairkan dana yang ada di kartu BRIZZI Saya (sambil menunjukkan kartu BRIZZI yang saya bawa)

CS    : Lho emangnya kenapa pak?

Saya : Saya cairkan saja karena dari pada tidak dipakai mending uangnya saya ambil saja, soalnya sudah 4 bulan ngganggur.

CS   : Mohon maaf pak, untuk BRIZZI tidak dapat dicairkan karena itu uang elektronik

Saya : Lho kok gitu, kemarin saya baca artikel di detik.com bisa kok mencaurkan dana yang ada di BRIZZI atau saya yang salah tulis ya?

CS    : Iya dulu memang bisa pak, tapi sekarang sudah tidak bisa lagi karena BRIZZI itu uang elektronik dan BLA BLA BLA BLA BLA……..  (SKIP AJA YA MALES NULISNYA, INTINYA MEREKA JUALAN PRODUK,  JADI YA WAJAR KALAU MENGAGUNGKAN KELEBIHAN PRODUKNYA)…

CS    : Tapi akan saya coba pak, akan saya ajukan permohonannya….

Saya : terima kasih bu….

brizzi edit

setelah itu saya dijelaskan tentang form dan lain lain yang intinya saya tangkap adalah ” MAX DANA DIKEMBALIKAN KE REKENING ADALAH 20 HARI DARI PERMOHONAN FORM “. What???? lagi lagi dibuat kesel oleh Bank karena dengan gampangnya dia menerima uang tapi susah sekali mengeluarkan?

terus saya menanyakan tentang kartu BRIZZI Saya kenapa kok tidak dikembalikan ke saya, beliau menerangkan bahwa ” KARTU BAPAK SUDAH DITUTUP KARENA DANA SUDAH DIAMBIL DAN SUDAH TIDAK BERLAKU KARENA NOMOR DI KARTU TSB SUDAH DIHAPUS” What lagi…..

Saya sempat protes, Padahal saya dulu beli kartu seharga Rp. 25.000,- sekarang hilang dong uang saya tersebut, beliau (CS) hanya tersenyum saja .

dan sebelum keluar saya mau setor uang ke tabungan, tetapi oleh satpam diberitahu bahwa “BRI sedang offline jadi masih belum bisa” lagi lagi What????….. masalah klasik BRI, SEMOGA BRI KEDEPAN AKAN JADI LEBIH BAIK, KARENA BRI ADALAH BANK RAKYAT, RAKYAT SEPERTI SAYA INI!

Sampai dengan hari ini, sudah 2 hari tapi dana belum masuk ke rekening hehehe… namanya juga usaha

Terpaksa ganti RD Altus 7/8 dengan RD Tourney 6/7

Dikarenakan kemarin sewaktu perjalanan saya menuju kedung cinet yang kedua berhujung kegagalan dikarenakan “Sepeda tidak pernah disetel/servis ringan” alhasil RD nya nekuk ke atas yang mengakibatkan RD tersebut rusak dan akhirnya sepeda tidak bisa dipakai karena pangkon (dudukan/Drop Out, mbuh lah apa itu bahasa aslinya) RDnya patah….. setelah membuka kotak toolkit lha kok pemotong rantainya ketinggalan…. nuntun sepedah endingnya sampai ketemu tukang tambal ban terdekat dan minta tolong untuk memotong rantai sepeda untuk melepas RD.

47384393_1958166220957038_355306933407711232_o

Sesampainya dirumah sayapun langsung berangkat untuk menuju Toko Sepeda di Sekitaran Pasar legi dan ternyata setelah keliling, tidak ada yang jual RD Altus M310 7/8 speed, akhirnya ditawari oleh pemilik toko katanya pakai Tourney bisa untuk 8 speed, tanpa pikir panjang akhirnya deal sekalian dipasangkan dan sekalian ganti rantai yang baru

estimasi harga

1.  RD Tourney 6/7 Speed Rp. 100.000,-

2. Pangkon/dudukan/Dropout Rp. 50.000,-

3. Rantai 8 Speed Rp. 80.000,-

Total Rp.230.000,- tetapi saya diminta bayar Rp. 240.000,-  entah itu murah atau mahal  terserahlah yang penting sepeda bisa digunakan anggap aja pelajaran “Bahwa harus sering mengecek/menyetel/menservis sepeda secara rutin biar tidak terdapat kendala selama digunakan dijalan”

IMG_20181208_201627

“salam GOWES”

Gowes menuju Kedung Cinet Jombang

mumpung libur daripada bengong mending sepedahan, berangkatlah saya dengan menggunakan Hesit menuju kedung cinet Jombang, tepatnya di Ds. Pojok klitih Kec. Plandaan Kab. Jombang lumayan jaraknya sekitar 20 Kilo meteran dari rumah, kebanyakan jalannya Cor sama sedikit aspal (wilayah hutan jati dekat pos perhutani) dan nyebrang Sungai brantas juga, tapi yang paling menyulitkan adalah tanjakan yang ada di tengah jalan (hutan jati setelah pos perhutani) langsung gak kuat nanjak alias sepedanya dituntun, setelah itu ya nyantai aja jalannya………. silahkan dinikmati sedikit oleh olehnya kapan kapan tak kesana lagi…

“salam GOWES”


sdrsdrdavsdrScreenshot_20181120-144906KD

BAYAR PAJAK KENDARAAN BIAYA PNBP PENGESAHAN HILANG (ALHAMDULILLAH LUMAYAN)

Kemarin karena sudah waktunya (Jatuh Tempo) bayar pajak kendaraan (Bulan November)

Sekira Pukul 08.00 WIB saya berangkat menuju Alun-alun Moker untuk membayar pajak di Mobil SAMSAT KELILING

WhatsApp Image 2018-11-02 at 10.26.01

Setelah beberapa menit antri, nama saya dipanggil dan membayarkan uang pajak yang telah saya siapkan sebesar Rp. 2.110.000,-

setelah itu STNK dan KTP saya diserahkan kembali ke saya, setelah saya baca-baca, ternyata PNBP Pengesahan yg biasanya Rp. 50.000,- sekarang tidak ada….. alhamdulillah… lumayan HEMAT walau hanya Rp. 50.000,-

 

lembar Pajak lama
Lembar Pajak lama (2018)

 

Bandingkan dengan yang baru

baru
Lembar Pajak Baru (2019)

lumayankan, walau hanya Rp. 50.000,-, yang masih belum dihapus adalah “PARKIR BERLANGGANAN YANG TIDAK JELAS PERUNTUKANNYA”

 

 

 

 

 

 

 

UNBOXING S4 MINI GT-I9190

Beberapa hari ini saya lagi mencari hanphone android dengan layar dibawah 5 inci karena hape saya HUAWEI P9 Lite saya rasa terlalu besar untuk dikantongi di saku celana maupun baju dengan anggaran sekitar 1 juta ke bawah.

Setelah menimbang nimbang dan mencari di beberapa situs youtube akhirnya terpilihlah s4 mini walaupun masih 3G tapi layarnya sekitar 4,3 inci dengan menggunakan android 4.2.2 Jely bean dan sepertinya cukup untuk dikantongi hehehehe……..

S4 Mini saya beli di Bukalapak seharga Rp. 953.000,-

Ram 1,5 Gb, CPU Qualcomm MSM8930 Snapdragon 400 CPU Dual-core 1.7 GHz Krait GPU, Adreno 305, Sensors Accelerometer, gyro, proximity, compass dan satu lagi yang sangat berguna yakni Infrared Blaster

Setelah saya pakai beberapa lama ternyata snapdragon 400 ternyata tidak nyaman dipakai karena panas yang berlebihan, entah sampai kapan akan saya gunakan, sambil menunggu siapa tau mungkin tahun depan akan ada handphone android dengan layar yang lebih kecil dan sudah mendukung sensor yang lengkap

DSCN0993

mau saya masukkan file video dari youtube, sayangnya saya tidak bisa

Ternyata cukup sekian Telkom

beberapa manit yang lalu saya di telpon oleh telkom Jombang wilayah Ploso (0321 886000) menanyakan tentang apakah internet di rumah saya sudah berfungsi, ya saya jawab sudah, padahal saya tadi siang itu telpon ke 147 menanyakan tentang jaringan telpon saya sudah diganti ke fiber atau masih tembaga dan dijawab oleh petugas 147 bahwa masih tembaga…. ini pertanyaan apa maksudnya dari petugas Telkom wilayah Ploso

Akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa keluhan saya di abaikan maka saya mengambil keputusan bahwa mulai bulan depan saya sudah berhenti berlangganan, terima kasih Telkom atas pelayananmu yang sangat tidak Jelas, terima kasih dan Selamat Tinggal

costumer servis speedy yang menjengkelkan

Custumer speedy xxxxia meja nomor 2 (maaf saya tidak menyebutkan nama kasian, sama sama kerja cari makan)

dav

Hari ini Selasa tanggal 20 Februari 2018 sekira pukul 14.30 WIB Saya laporan gangguan internet speedy ke Plasa Telkom Jombang Jl. KH. Wahid Hasyim No.182, Kepanjen, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61419 sesampainya di pintu saya mengambil nomor antrian, selanjutnya menunggu giliran ….. saya duduk , memberikan info nomor telpon dan internet yang gangguan,

Pertanyaan standar computer:

  1. Sejak kapan gangguan?
  2. internetnya gak connect? (ini pertanyaan apa? Padahal tadi sudah disebutkan gangguannya apa? Seperti bertanya kepada anak TK)
  3. Kemarin laporan tanggal ……? ( padahal di komputer sudah ada sejak saya menyebutkan nomor telpon dan nomor internet…. Lagi lagi pertanyaan kayak Tanya ke anak TK)
  4. Lampu Modemnya nyala berapa?….. pertanyaan klasik dan konyol
  5. Dirumah ada orang pak?…… (ada dari pagi sampai pagi lagi)
  6. ini dengan pak ….. nomor hape ….. (mulai gak jelas, seharusnya kan pertanyaan dikasih pertama kali)

Selanjutnya saya ganti bertanya:

  1. Itu telpon saya pakai tembaga atau jaringan fiber? ….. dijawab tembaga
  2. Kira-kira bias diganti fiber? …. Dia malah bertanya di tempat bapak sudah ada jaringan fiber? (ini apa maksudnya apa, kan dia ada di depan komputer, dia petugas Telkom seharusnya dia gak perlu menanyakan pertanyaan tersebut?, yang kerja di Telkom dia atau saya?) selanjutnya di jawab bisa, hari ini maksimal 3 hari
  3. Setelah tiga hari kalo masih belum diganti saya akan berhenti berlangganan ya? …… malah dia nyuruh saya untuk kembali melapor dan menyerahkan semua alat yang terpasang di rumah saya (ini maksudnya apa? Yang mbayar itu saya kok malah yang berlagak mbayari itu dia …. Benar benar bangxxx petugas satu ini, kayak dia gak butuh pelanggan saja)
  4. Saya sebagai pelanggan sudah dirugikan eh malah nyuruh mengembalikan semua alat, ngapain, kalo mau ambil ambil saja sendiri, dasar petugas Telkom maunya mengerjai pelanggan, padahal saya sudah habis pulsa banyak untuk menelepon ke “147” siaxxx ( ini yang membuat saya agak jengkel)

setiap telpon ke “147” selalu lebih dari 9 menit, berbelit belit, nyuruh install aplikasi my indihome di playstore lah, gimana mau laporan ke aplikasi my indihome, telpon ke “147” dan datang ke plasa Telkom saja kayak gak digubris kok, sepertinya memperbaiki Cuma asal asalan yang penting bisa terus ada telpon dari 021 147 menanyakan “ pelanggan yang terhormat (terhormat taek) apakah gangguan yang di laporkan sudah berfungsi kembali? Kalo sudah tekan “1” kalo belum tekan “2”…. Tekan gundulmu….. besoknya modemnya eror lagi…. mbuh lah, gak nggawe speedy gak patek en, masih ada profider lain… (kayak yang punya perusahaan internet sendirian aja di indonesia ini)

 

speedy gangguan …. 05/2/2018

sekira pukul 17.20 wib saya pulang kerja, kemudian seperti biasa saya mau nonyon youtube, tapi kok kayak gak nyambung sama sekali, kata anak saya speedy gangguan yah, karena saya penasaran saya cek modemnya, ternyata benar