Terpaksa ganti RD Altus 7/8 dengan RD Tourney 6/7

Dikarenakan kemarin sewaktu perjalanan saya menuju kedung cinet yang kedua berhujung kegagalan dikarenakan “Sepeda tidak pernah disetel/servis ringan” alhasil RD nya nekuk ke atas yang mengakibatkan RD tersebut rusak dan akhirnya sepeda tidak bisa dipakai karena pangkon (dudukan/Drop Out, mbuh lah apa itu bahasa aslinya) RDnya patah….. setelah membuka kotak toolkit lha kok pemotong rantainya ketinggalan…. nuntun sepedah endingnya sampai ketemu tukang tambal ban terdekat dan minta tolong untuk memotong rantai sepeda untuk melepas RD.

47384393_1958166220957038_355306933407711232_o

Sesampainya dirumah sayapun langsung berangkat untuk menuju Toko Sepeda di Sekitaran Pasar legi dan ternyata setelah keliling, tidak ada yang jual RD Altus M310 7/8 speed, akhirnya ditawari oleh pemilik toko katanya pakai Tourney bisa untuk 8 speed, tanpa pikir panjang akhirnya deal sekalian dipasangkan dan sekalian ganti rantai yang baru

estimasi harga

1.  RD Tourney 6/7 Speed Rp. 100.000,-

2. Pangkon/dudukan/Dropout Rp. 50.000,-

3. Rantai 8 Speed Rp. 80.000,-

Total Rp.230.000,- tetapi saya diminta bayar Rp. 240.000,-  entah itu murah atau mahal  terserahlah yang penting sepeda bisa digunakan anggap aja pelajaran “Bahwa harus sering mengecek/menyetel/menservis sepeda secara rutin biar tidak terdapat kendala selama digunakan dijalan”

IMG_20181208_201627

“salam GOWES”

Advertisements

Gowes menuju Kedung Cinet Jombang

mumpung libur daripada bengong mending sepedahan, berangkatlah saya dengan menggunakan Hesit menuju kedung cinet Jombang, tepatnya di Ds. Pojok klitih Kec. Plandaan Kab. Jombang lumayan jaraknya sekitar 20 Kilo meteran dari rumah, kebanyakan jalannya Cor sama sedikit aspal (wilayah hutan jati dekat pos perhutani) dan nyebrang Sungai brantas juga, tapi yang paling menyulitkan adalah tanjakan yang ada di tengah jalan (hutan jati setelah pos perhutani) langsung gak kuat nanjak alias sepedanya dituntun, setelah itu ya nyantai aja jalannya………. silahkan dinikmati sedikit oleh olehnya kapan kapan tak kesana lagi…

“salam GOWES”


sdrsdrdavsdrScreenshot_20181120-144906KD

BAYAR PAJAK KENDARAAN BIAYA PNBP PENGESAHAN HILANG (ALHAMDULILLAH LUMAYAN)

Kemarin karena sudah waktunya (Jatuh Tempo) bayar pajak kendaraan (Bulan November)

Sekira Pukul 08.00 WIB saya berangkat menuju Alun-alun Moker untuk membayar pajak di Mobil SAMSAT KELILING

WhatsApp Image 2018-11-02 at 10.26.01

Setelah beberapa menit antri, nama saya dipanggil dan membayarkan uang pajak yang telah saya siapkan sebesar Rp. 2.110.000,-

setelah itu STNK dan KTP saya diserahkan kembali ke saya, setelah saya baca-baca, ternyata PNBP Pengesahan yg biasanya Rp. 50.000,- sekarang tidak ada….. alhamdulillah… lumayan HEMAT walau hanya Rp. 50.000,-

 

lembar Pajak lama
Lembar Pajak lama (2018)

 

Bandingkan dengan yang baru

baru
Lembar Pajak Baru (2019)

lumayankan, walau hanya Rp. 50.000,-, yang masih belum dihapus adalah “PARKIR BERLANGGANAN YANG TIDAK JELAS PERUNTUKANNYA”

 

 

 

 

 

 

 

UNBOXING S4 MINI GT-I9190

Beberapa hari ini saya lagi mencari hanphone android dengan layar dibawah 5 inci karena hape saya HUAWEI P9 Lite saya rasa terlalu besar untuk dikantongi di saku celana maupun baju dengan anggaran sekitar 1 juta ke bawah.

Setelah menimbang nimbang dan mencari di beberapa situs youtube akhirnya terpilihlah s4 mini walaupun masih 3G tapi layarnya sekitar 4,3 inci dengan menggunakan android 4.2.2 Jely bean dan sepertinya cukup untuk dikantongi hehehehe……..

S4 Mini saya beli di Bukalapak seharga Rp. 953.000,-

Ram 1,5 Gb, CPU Qualcomm MSM8930 Snapdragon 400 CPU Dual-core 1.7 GHz Krait GPU, Adreno 305, Sensors Accelerometer, gyro, proximity, compass dan satu lagi yang sangat berguna yakni Infrared Blaster

Setelah saya pakai beberapa lama ternyata snapdragon 400 ternyata tidak nyaman dipakai karena panas yang berlebihan, entah sampai kapan akan saya gunakan, sambil menunggu siapa tau mungkin tahun depan akan ada handphone android dengan layar yang lebih kecil dan sudah mendukung sensor yang lengkap

DSCN0993

mau saya masukkan file video dari youtube, sayangnya saya tidak bisa

Ternyata cukup sekian Telkom

beberapa manit yang lalu saya di telpon oleh telkom Jombang wilayah Ploso (0321 886000) menanyakan tentang apakah internet di rumah saya sudah berfungsi, ya saya jawab sudah, padahal saya tadi siang itu telpon ke 147 menanyakan tentang jaringan telpon saya sudah diganti ke fiber atau masih tembaga dan dijawab oleh petugas 147 bahwa masih tembaga…. ini pertanyaan apa maksudnya dari petugas Telkom wilayah Ploso

Akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa keluhan saya di abaikan maka saya mengambil keputusan bahwa mulai bulan depan saya sudah berhenti berlangganan, terima kasih Telkom atas pelayananmu yang sangat tidak Jelas, terima kasih dan Selamat Tinggal

costumer servis speedy yang menjengkelkan

Custumer speedy xxxxia meja nomor 2 (maaf saya tidak menyebutkan nama kasian, sama sama kerja cari makan)

dav

Hari ini Selasa tanggal 20 Februari 2018 sekira pukul 14.30 WIB Saya laporan gangguan internet speedy ke Plasa Telkom Jombang Jl. KH. Wahid Hasyim No.182, Kepanjen, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61419 sesampainya di pintu saya mengambil nomor antrian, selanjutnya menunggu giliran ….. saya duduk , memberikan info nomor telpon dan internet yang gangguan,

Pertanyaan standar computer:

  1. Sejak kapan gangguan?
  2. internetnya gak connect? (ini pertanyaan apa? Padahal tadi sudah disebutkan gangguannya apa? Seperti bertanya kepada anak TK)
  3. Kemarin laporan tanggal ……? ( padahal di komputer sudah ada sejak saya menyebutkan nomor telpon dan nomor internet…. Lagi lagi pertanyaan kayak Tanya ke anak TK)
  4. Lampu Modemnya nyala berapa?….. pertanyaan klasik dan konyol
  5. Dirumah ada orang pak?…… (ada dari pagi sampai pagi lagi)
  6. ini dengan pak ….. nomor hape ….. (mulai gak jelas, seharusnya kan pertanyaan dikasih pertama kali)

Selanjutnya saya ganti bertanya:

  1. Itu telpon saya pakai tembaga atau jaringan fiber? ….. dijawab tembaga
  2. Kira-kira bias diganti fiber? …. Dia malah bertanya di tempat bapak sudah ada jaringan fiber? (ini apa maksudnya apa, kan dia ada di depan komputer, dia petugas Telkom seharusnya dia gak perlu menanyakan pertanyaan tersebut?, yang kerja di Telkom dia atau saya?) selanjutnya di jawab bisa, hari ini maksimal 3 hari
  3. Setelah tiga hari kalo masih belum diganti saya akan berhenti berlangganan ya? …… malah dia nyuruh saya untuk kembali melapor dan menyerahkan semua alat yang terpasang di rumah saya (ini maksudnya apa? Yang mbayar itu saya kok malah yang berlagak mbayari itu dia …. Benar benar bangxxx petugas satu ini, kayak dia gak butuh pelanggan saja)
  4. Saya sebagai pelanggan sudah dirugikan eh malah nyuruh mengembalikan semua alat, ngapain, kalo mau ambil ambil saja sendiri, dasar petugas Telkom maunya mengerjai pelanggan, padahal saya sudah habis pulsa banyak untuk menelepon ke “147” siaxxx ( ini yang membuat saya agak jengkel)

setiap telpon ke “147” selalu lebih dari 9 menit, berbelit belit, nyuruh install aplikasi my indihome di playstore lah, gimana mau laporan ke aplikasi my indihome, telpon ke “147” dan datang ke plasa Telkom saja kayak gak digubris kok, sepertinya memperbaiki Cuma asal asalan yang penting bisa terus ada telpon dari 021 147 menanyakan “ pelanggan yang terhormat (terhormat taek) apakah gangguan yang di laporkan sudah berfungsi kembali? Kalo sudah tekan “1” kalo belum tekan “2”…. Tekan gundulmu….. besoknya modemnya eror lagi…. mbuh lah, gak nggawe speedy gak patek en, masih ada profider lain… (kayak yang punya perusahaan internet sendirian aja di indonesia ini)

 

speedy gangguan …. 05/2/2018

sekira pukul 17.20 wib saya pulang kerja, kemudian seperti biasa saya mau nonyon youtube, tapi kok kayak gak nyambung sama sekali, kata anak saya speedy gangguan yah, karena saya penasaran saya cek modemnya, ternyata benar

berkunjung ke kebon binatang surabaya (KBS)

hari minggu tanggal 21/1/2018 sekira pukul 07.00 WIB saya beserta keluarga berkunjung ke KEBON BINATANG SURABAYA (KBS) soalnya sudah lama hampir 7 tahun tidak pernah jalan jalan kesana.

sampai di sana, langsung parkir mobil, selanjutnya lewat pintu masuk samping dekat parkiran kendaraan, beli tiket, padahal sudah lama tiket masih Rp. 15.000,-/ orang selanjutnya masuk ke dalam, kesan saya sewaktu masuk pertama kali yakni sekarang tempatnya begitu bersih, tidak seperti dulu…..

sekira pukul 11.30 WIB saya langsung mengajak keluarga pulang karena takut kalo terlalu sore turun hujan

keluar parkiran menyerahkan karcis parkir kepada petugas.

NB:

1. untuk parkir dan keluar kita berusaha sendiri, karena sepertinya tidak ada petugas parkirnya, untung dibantu oleh pengunjung lain.

2. seandainya tidak ada pedagang asongan di sekitaran parkiran mungkin bisa lebih tertib, yg menyebabkan semrawut itu adalah para pedagang asongan.